Tiga Pesan KH Bisri Syansuri Jadi Kunci Benahi Arah NU Jelang Muktamar ke-35

waktu baca 2 menit
Kamis, 16 Apr 2026 11:03 13 Redaksi

TANGERANG | BD  — Tiga pesan penting yang pernah disampaikan pendiri Nahdlatul Ulama (NU), KH Bisri Syansuri, dinilai menjadi kunci untuk membenahi arah organisasi menjelang Muktamar NU ke-35. Di tengah dinamika dan persepsi publik terkait krisis kepemimpinan, nilai-nilai tersebut kembali digaungkan sebagai pijakan strategis untuk menata masa depan NU.

Pernyataan itu disampaikan H. Ahmad Imron (Gus Imron), pengasuh Pondok Pesantren Daarul Falahiyah Cisoka sekaligus anggota DPRD Provinsi Banten. Ia menilai, kondisi NU saat ini membutuhkan rujukan moral dan arah yang jelas, sebagaimana diwariskan para muassis.

“Jelang Muktamar ke-35, saya memandang adanya persepsi krisis kepemimpinan. Karena itu, kita harus kembali berpegang pada pesan para pendiri NU, salah satunya Mbah Bisri,” ujar Gus Imron, Kamis, 16 April 2026.

Adapun tiga pesan tersebut, pertama, warga NU diingatkan agar tidak menjadikan NU sebagai tempat mencari keuntungan pribadi. Kedua, tidak keluar atau membenci NU karena hal itu diyakini akan membawa dampak buruk. Ketiga, warga didorong untuk membesarkan NU dan mengikuti program-programnya agar kehidupan menjadi berkah.

Gus Imron menyebut ketiga pesan itu sebagai konsep triple problem solving untuk menjawab kebuntuan arah kepemimpinan NU saat ini.

“Untuk mengatasi kebuntuan dan gejolak arah kepemimpinan NU hari ini, tiga pesan Mbah Bisri ini sangat relevan dan bisa menjadi solusi,” tegasnya.

Ia juga menilai, sosok yang mampu menerjemahkan pesan tersebut dalam konteks kekinian adalah cucu Mbah Bisri, KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam.

Menurutnya, kedekatan emosional dan tanggung jawab moral sebagai keluarga pendiri menjadi faktor penting dalam menjaga ruh perjuangan NU.

“Kalau yang lain mungkin tidak memiliki beban yang sama. Tapi sebagai cucu, Gus Salam diyakini mampu menerjemahkan tiga pesan tersebut dengan penuh tanggung jawab,” katanya.

Nama KH Abdussalam Shohib sendiri belakangan menguat sebagai salah satu figur potensial dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Saat ini ia menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal PBNU periode 2022–2027 dan dikenal aktif dalam struktur organisasi sejak lama.

Dalam pernyataan terbarunya, Gus Salam juga telah menyatakan kesiapan maju sebagai calon Ketua Umum PBNU pada Muktamar ke-35 mendatang. Ia menegaskan, langkah tersebut merupakan bentuk ketaatan kepada para kiai dan sesepuh, bukan ambisi pribadi.

Dengan menguatnya kembali tiga pesan Mbah Bisri di tengah momentum Muktamar, arah masa depan NU dinilai tidak hanya ditentukan oleh figur kepemimpinan, tetapi juga oleh sejauh mana nilai-nilai dasar organisasi tetap dijaga dan dijalankan. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA