Wali Kota Tangsel Soroti Peran Pancasila dalam Menjaga Keberagaman dan Keutuhan Bangsa

waktu baca 3 menit
Senin, 1 Jun 2026 15:05 14 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD — Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menegaskan bahwa Pancasila memiliki peran penting dalam menjaga keberagaman sekaligus memperkuat keutuhan bangsa Indonesia di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang.

Pesan tersebut disampaikan Benyamin saat memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 di Lapangan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan (Puspemkot Tangsel), Senin (1/6/2026).

Dalam amanat yang dibacakannya, Benyamin menyebut Indonesia merupakan negara dengan tingkat keberagaman yang sangat tinggi, baik dari sisi suku, agama, budaya, maupun bahasa. Di tengah perbedaan tersebut, Pancasila telah terbukti menjadi fondasi yang mampu mempersatukan seluruh elemen bangsa.

Menurutnya, keberhasilan Indonesia menjaga persatuan selama puluhan tahun merupakan bukti nyata bahwa nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila tetap relevan dan mampu menjawab berbagai tantangan kebangsaan.

Perekat Bangsa di Tengah Perbedaan

Benyamin menilai keberagaman yang dimiliki Indonesia bukanlah hambatan, melainkan kekuatan yang harus terus dirawat dan dijaga bersama.

Ia mengingatkan bahwa tantangan yang dihadapi bangsa saat ini tidak hanya datang dari luar negeri, tetapi juga dari dalam, seperti munculnya intoleransi, polarisasi sosial, hingga berbagai upaya yang berpotensi memecah belah persatuan.

Dalam situasi tersebut, Pancasila menjadi pedoman yang mampu menjaga keseimbangan antara kebebasan, persatuan, dan penghormatan terhadap perbedaan.

“Pancasila adalah bintang penuntun yang telah membuktikan ketangguhannya. Di tengah ancaman fragmentasi, Indonesia tetap berdiri kokoh sebagai contoh nyata bahwa keberagaman yang tersebar di lebih dari 17.000 pulau dan ratusan etnis dapat disatukan dalam ikatan satu kebangsaan,” ujar Benyamin.

Ia menambahkan, nilai-nilai persatuan yang terkandung dalam Pancasila harus terus ditanamkan kepada seluruh lapisan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai narasi yang dapat memicu perpecahan.

Toleransi dan Kerukunan Harus Terus Dijaga

Dalam kesempatan itu, Benyamin juga mengajak masyarakat untuk memperkuat sikap toleransi dan saling menghormati di tengah kehidupan yang semakin dinamis.

Menurutnya, kerukunan tidak tercipta dengan sendirinya, melainkan harus dibangun melalui kesadaran bersama untuk menghargai perbedaan serta menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok maupun golongan.

Ia menegaskan bahwa menjaga persatuan merupakan tanggung jawab seluruh warga negara, bukan hanya pemerintah.

Karena itu, upaya memperkuat nilai-nilai kebangsaan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui pendidikan, lingkungan keluarga, komunitas, hingga ruang-ruang publik.

Komitmen Menjaga Keutuhan Bangsa

Benyamin berharap peringatan Hari Lahir Pancasila tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata, melainkan menjadi pengingat akan pentingnya menjaga persatuan dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai tantangan yang dihadapi Indonesia ke depan akan semakin kompleks. Namun dengan berpegang pada nilai-nilai Pancasila, bangsa Indonesia diyakini mampu menjaga stabilitas, memperkuat persaudaraan, dan melanjutkan pembangunan secara berkelanjutan.

“Pancasila tidak boleh hanya menjadi simbol atau hafalan. Nilai-nilainya harus hadir dalam tindakan nyata, dalam cara kita memperlakukan sesama, dan dalam komitmen kita menjaga keutuhan bangsa,” tandasnya. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA