Pemkot Tangsel Perkuat Pengelolaan Sampah dari Hulu ke Hilir, Dorong Biopori dan Bank Sampah

waktu baca 2 menit
Selasa, 10 Feb 2026 15:43 17 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat sistem pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir dengan mendorong pemanfaatan lubang biopori dan optimalisasi bank sampah sebagai upaya menekan volume sampah rumah tangga.

Penguatan sistem tersebut dibahas dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar Pemkot Tangsel bersama unsur terkait untuk merumuskan langkah penanganan sampah secara terpadu.

Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, persoalan sampah membutuhkan kerja bersama lintas sektor serta keterlibatan aktif masyarakat agar pengelolaannya berjalan efektif dan berkelanjutan.

Menurut Benyamin, sejumlah program telah disiapkan, termasuk gerakan kebersihan bersama yang akan dilaksanakan menjelang bulan suci Ramadan sebagai bagian dari peningkatan kesadaran publik.

“Langkah ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Presiden serta arahan Gubernur, sekaligus upaya membangun budaya bersih di tengah masyarakat,” ujar Benyamin, Selasa (10/2/2026).

Di tingkat hulu, Pemkot Tangsel mendorong pembuatan lubang biopori di lingkungan permukiman. Setiap kelurahan ditargetkan menggerakkan seribu rumah untuk membuat biopori.

“Dengan asumsi satu rumah memiliki dua lubang, diperkirakan akan terbentuk sekitar 108 ribu lubang biopori di seluruh wilayah Tangsel,” jelasnya.

Ia menyebutkan, satu lubang biopori mampu mengurai hingga tiga kilogram sampah organik. Dengan jumlah tersebut, pengurangan sampah organik dapat dilakukan secara terukur dan berdampak signifikan.

Selain biopori, pengelolaan sampah organik juga diperkuat melalui optimalisasi bank sampah di tingkat rukun warga (RW). Dari sekitar 740 RW yang ada, pemerintah menargetkan seluruhnya memiliki bank sampah aktif.

“Saat ini jumlah bank sampah belum mencapai 700 unit, bahkan yang aktif baru sekitar separuhnya,” ungkap Benyamin.

Sementara di sisi hilir, Pemkot Tangsel akan merevitalisasi Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) agar berfungsi optimal sebagai titik transit sebelum sampah dikirim ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

Upaya tersebut juga didukung kerja sama lintas daerah, termasuk dengan Kota Serang, Kabupaten Bogor, dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, guna memastikan kelancaran pemrosesan sampah.

“Melalui pengelolaan sampah dari hulu ke hilir ini, diharapkan persoalan sampah dapat ditangani secara sistematis dan berkelanjutan dengan dukungan masyarakat,” pungkasnya. (Idris Ibrahim)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA