KKN Nusantara Kelompok 8 Dorong Digitalisasi UMKM Desa Cisimeut Raya melalui QRIS

waktu baca 3 menit
Jumat, 21 Agu 2026 21:38 13 Redaksi

LEBAK | BD — Kuliah Kerja Nyata (KKN) Nusantara Kelompok 8 mendorong digitalisasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Cisimeut Raya, Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak, Banten, melalui program pendampingan dan pembuatan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS).

Program tersebut menjadi salah satu kegiatan Bidang Ekonomi KKN Nusantara Kelompok 8 sebagai upaya membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi, khususnya dalam sistem pembayaran digital.

Melalui QRIS, pelaku usaha dapat menyediakan alternatif pembayaran secara non-tunai yang lebih praktis dan efisien. Masyarakat sebagai konsumen juga memperoleh kemudahan dalam melakukan transaksi menggunakan aplikasi pembayaran yang mendukung QRIS.

Salah satu penerima manfaat program, Bu Ceu Min, mengapresiasi pendampingan yang dilakukan mahasiswa KKN. Menurutnya, keberadaan QRIS memberikan pilihan pembayaran yang lebih mudah bagi pelanggan.

“Adanya QRIS ini sangat membantu karena pelanggan sekarang bisa membayar secara non-tunai. Kami juga jadi belajar menggunakan pembayaran digital dan tidak hanya mengandalkan uang tunai,” ujar Bu Ceu Min, dilansir Jumat, (21/8).

Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap selama tiga pekan. Pada tahap awal, mahasiswa KKN melakukan sosialisasi secara langsung kepada pelaku UMKM mengenai manfaat, mekanisme, serta penggunaan QRIS dalam aktivitas usaha sehari-hari.

Sosialisasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi digital pelaku UMKM. Mahasiswa memberikan pemahaman mengenai pentingnya pemanfaatan teknologi untuk mendukung keberlangsungan dan pengembangan usaha di tengah meningkatnya penggunaan transaksi digital.

Setelah sosialisasi, mahasiswa melakukan pendataan terhadap UMKM yang menjadi sasaran program. Pelaku usaha didampingi dalam mempersiapkan data dan persyaratan yang diperlukan untuk proses pendaftaran QRIS.

Data yang telah terkumpul kemudian diproses untuk pembuatan QRIS dengan pendampingan mahasiswa KKN. Setelah QRIS selesai, kode tersebut dicetak dan diserahkan kepada masing-masing pelaku UMKM untuk ditempatkan di lokasi usaha.

Mahasiswa KKN Nusantara Kelompok 8, Rahmat, mengatakan program tersebut tidak hanya diarahkan untuk menyediakan fasilitas pembayaran digital, tetapi juga meningkatkan pemahaman pelaku UMKM terhadap pemanfaatan teknologi.

“Kami ingin digitalisasi ini tidak berhenti pada pembuatan QRIS. Pelaku UMKM juga perlu memahami cara penggunaannya dan manfaat transaksi digital bagi usaha mereka. Harapannya, mereka semakin terbiasa memanfaatkan teknologi dalam kegiatan usaha sehari-hari,” kata Rahmat.

Dengan tersedianya QRIS, pelanggan dapat melakukan pembayaran secara digital dengan memindai kode yang tersedia menggunakan aplikasi pembayaran yang mendukung layanan tersebut.

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi KKN Nusantara Kelompok 8 dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat Desa Cisimeut Raya. Selain menghadirkan solusi praktis bagi transaksi pembayaran, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun kesiapan pelaku UMKM menghadapi transformasi digital.

KKN Nusantara Kelompok 8 berharap semakin banyak pelaku UMKM di Desa Cisimeut Raya yang mampu memanfaatkan teknologi digital untuk mengembangkan usaha. Digitalisasi pembayaran diharapkan menjadi langkah awal menuju ekosistem UMKM desa yang lebih adaptif, inklusif, dan mampu mengikuti perkembangan ekonomi digital. (*)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA