Ketua PW SEMMI Jakarta Raya, Yanto, menunjukkan dokumen nota protes usai menyerahkannya terkait ketegangan Amerika Serikat–Iran, di depan Gedung Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Senin (02/03/2026). (Foto: Ist)JAKARTA | BD – Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Jakarta Raya melayangkan protes resmi kepada Pemerintah Amerika Serikat melalui Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Senin (02/03/2026). Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk sikap tegas atas meningkatnya eskalasi militer Amerika Serikat terhadap Iran yang dinilai mengancam stabilitas kawasan dan perdamaian dunia.
Ketua PW SEMMI Jakarta Raya, Yanto, menyampaikan langsung nota protes tersebut di kawasan Jakarta Pusat. Dalam keterangannya, ia menilai langkah-langkah militer yang ditempuh Amerika Serikat berpotensi memperkeruh situasi global serta melanggar prinsip kedaulatan negara dan hukum internasional.
“Kami mengecam keras eskalasi militer yang terus dilakukan. Tindakan ini bukan hanya meningkatkan ketegangan, tetapi juga membuka peluang terjadinya konflik berskala besar yang berdampak pada masyarakat sipil,” ujar Yanto di hadapan awak media.
SEMMI Jakarta Raya juga menyoroti momentum ketegangan yang terjadi di tengah Bulan Suci Ramadan. Menurutnya, peningkatan konflik bersenjata di saat umat Muslim menjalankan ibadah puasa bertentangan dengan nilai kemanusiaan dan semangat perdamaian.
Dalam nota protes tersebut, SEMMI Jakarta Raya menyampaikan sejumlah tuntutan, yakni:
1. Mendesak Amerika Serikat segera menghentikan segala bentuk provokasi dan tindakan militer terhadap Iran.
2. Menuntut penghormatan terhadap Piagam PBB dan Konvensi Jenewa, khususnya terkait perlindungan warga sipil dalam konflik bersenjata.
3. Mendorong Pemerintah Republik Indonesia mengambil sikap tegas dalam forum internasional apabila eskalasi terus berlanjut.
4. Mengajak masyarakat Indonesia meningkatkan solidaritas kemanusiaan, termasuk mempertimbangkan langkah boikot terhadap produk yang terafiliasi dengan Amerika Serikat.
Nota protes tersebut juga ditembuskan kepada Menteri Luar Negeri Republik Indonesia dan Ketua Komisi I DPR RI sebagai laporan resmi agar pemerintah menyuarakan sikap yang lebih tegas dalam diplomasi internasional.
“Kami tidak akan tinggal diam. Jika protes ini diabaikan, kami akan mengonsolidasikan gerakan yang lebih luas demi mendorong terciptanya perdamaian dunia,” pungkas Yanto.
SEMMI Jakarta Raya menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu ini hingga terwujudnya perdamaian yang berkeadilan di kawasan Timur Tengah. (*)
Tidak ada komentar