Meski Ada Keluhan, Dindikbud Pastikan SPMB Tangsel 2026/2027 Berjalan Sesuai Aturan

waktu baca 2 menit
Senin, 27 Jul 2026 15:38 6 Nazwa

KOTA TANGSEL | BD — Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 telah berjalan sesuai aturan yang berlaku. Meski masih terdapat sejumlah keluhan dari masyarakat terkait hasil seleksi, Dindikbud menegaskan seluruh tahapan penerimaan dilaksanakan secara terbuka dan berdasarkan ketentuan yang telah ditetapkan.

Kepala Dindikbud Tangsel, Deden Deni, mengatakan seluruh proses SPMB telah rampung pada pekan kedua tahun ajaran baru. Menurutnya, pelaksanaan penerimaan siswa berlangsung lancar tanpa kendala teknis yang berarti.

“Seluruh proses telah dilakukan secara terbuka dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Mulai dari jalur domisili, afirmasi, mutasi hingga prestasi semuanya sudah selesai dan transparan,” ujar Deden, Senin (27/7/2026).

Ia menjelaskan, selama pelaksanaan SPMB tidak ditemukan gangguan pada sistem pendaftaran daring. Aplikasi yang digunakan, kata dia, telah dipersiapkan jauh hari sehingga proses pendaftaran dapat berjalan dengan baik.

“Kalau masalah yang muncul lebih kepada miskomunikasi atau kurangnya informasi, bukan karena aplikasinya,” katanya.

Untuk membantu masyarakat yang membutuhkan informasi maupun mengalami kendala selama proses pendaftaran, Dindikbud membuka posko pelayanan di kantor selama jam kerja. Posko tersebut menjadi pusat konsultasi bagi warga terkait pelaksanaan SPMB.

Berdasarkan hasil evaluasi sementara, jumlah peminat SMP negeri di Tangsel pada tahun ini mengalami peningkatan cukup signifikan. Deden menyebut jumlah pendaftar mencapai sekitar 17 ribu siswa, naik dari sekitar 12 ribu siswa pada pelaksanaan SPMB tahun sebelumnya.

Meski jumlah pendaftar meningkat, Deden memastikan mekanisme dan sistem seleksi tidak mengalami perubahan. Seluruh proses, kata dia, tetap mengacu pada regulasi yang berlaku agar seluruh peserta memperoleh kesempatan yang sama sesuai jalur pendaftaran yang dipilih.

Sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi kepadatan pendaftar di sekolah negeri, Pemerintah Kota Tangerang Selatan tengah membangun satu unit SMP negeri baru di wilayah Ciputat.

“Penambahan sekolah tersebut diharapkan dapat mengurangi kepadatan pendaftar, terutama di wilayah Pondok Aren dan Serpong Utara yang hingga kini masih memiliki jumlah SMP negeri yang terbatas dibandingkan dengan tingginya jumlah penduduk,” pungkasnya. (Idris Ibrahim/Red)

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

    LAINNYA